NOT A Beauty Junkie

Absen menulis hampir dua bulan. Malu-maluin. Baru aja bertekad punya satu blog yang betul-betul actively updated every, at least, 3 days, tapi kok udah males nulis?

Sebenernya bukan males. Lately I just didn’t feel like writing. Gak napsu ngapa-ngapain. There’s a problem to encounter, but right now I already feel like my mood is totally recovered. Dan bahasan pertama yang terlintas pagi ini adalah seputar make up. Untuk habit yang satu ini, saya betul-betul couldn’t resist these temptations, karena satu hal yang paling menyita perhatian saya saat buka-buka majalah atau browsing internet adalah: how beautiful this model wearing these shades of make up. I want to try on myself!

Kebiasaan ber-make up memang baru saya mulai waktu saya kuliah. Ketika masih duduk di bangku SMA, saya cuma pakai bedak Pigeon Compact Powder dan Lip Ice Mentholantum Lip Balm rasa Lemon atau Cherry. Mulai kuliah, daftar belanjaan saya bertambah dengan barang-barang Maybelline, walaupun hanya sebatas blush on dan lipstick. Saya punya dua shades warna favorit semasa kuliah, peach dan fuschia. Blush on Maybelline saat itu modelnya seperti Maybelline Dream Bouncy Blush, dengan warna mendekati Dream Bouncy Blush #10 Pink Frosting dan #30 Candy Coral. Lipstick yang saya pakai saat itu adalah Maybelline Watershine Lipstick in Rose Jam dan Maybelline Watershine Lipgloss in Coral Sunset.

Saya bukan kemana-mana ber-make up tebal. Tentu make-up pun punya manner dan attitude-nya sendiri. Kalau giliran ke kantor, saya pilih yang pale shades and natural look. Kalau nge-mall, saya pakai warna-warna yang lebih bold, tergantung mood dan warna baju. Kalau ke pesta, it’s time to put my make up as heavy as I want to be. Untuk kulit medium cenderung tanned seperti saya, pakai make up is a must, otherwise my face can be look so dull.

Mau warna apapun yang dipilih, make up harus dimulai dengan foundation dan bedak yang tepat sama warna kulit. Tapi karena kulit saya berminyak cenderung berjerawat, saya gak pernah berani pakai foundation untuk daily use, dan jenis foundation-nya juga harus yang mattifying atau oil-free. Saat ini, saya lagi jatuh cinta sama L’Oreal Liquid White Perfect Foundation nomer N7 (Nude Amber). Baru kali ini saya menemukan foundation yang warna tone-nya pas, gak kekuningan dan gak kemerahan. Foundation L’Oreal ini sebenernya varian baru dari True Match yang udah lebih dulu meluncur di pasaran. Dan karena kulit saya pasca melahirkan sangat amat jauh lebih bersahabat (less-acne and less-prone), jadi saya mulai coba ‘kenalan’ sama foundation yang tepat.

Ritual pagi saya mulai dengan mengoleskan Garnier Light Day Cream sebagai moisturizer. Harganya yang murah jadi alasan saya waktu milih day cream ini, jadi kalau gak cocok di kulit, saya nggak sayang buangnya ke tong sampah😀 Selain itu saya emang merasa butuh produk pencerah (bukan pemutih), dan melihat dari beberapa review bahwa produk Garnier allergic-free dan banyak orang yang merasa cocok pakai, jadi ya saya beli. Setelah itu, saya pakai Very Me Peach Me Skin Glow (Dark), tinted moisturizer keluaran Oriflame, yang menurut saya efeknya lebih hebat dari BB Cream Maybelline. Tinted moisturizer ini warnanya betul-betul peach, with orange radiance, dan bisa menutup warna kulit yang gak merata tanpa membuatnya terkesan pakai apa-apa. Keren kan? Minus-nya, produk ini gak oil-free jadi untuk kulit berminyak-kombinasi kayak saya, siang dikit aja udah bikin muka mengkilap. Untuk menyiasatinya, mengoleskannya harus tipis banget (hanya ditebalkan sedikit di bagian yang butuh ditutupi). Nah, setelah itu, tinggal pilih, kalau mau pergi ke acara formal atau malam, saya akan memakai liquid foundation lagi di atasnya. Tapi kalau untuk sehari-hari dan siang, saya langsung pakai bedak.

Untuk bedak, saya harus beberapa kali failed sampai ketemu warna dan tekstur yang cocok di kulit. Saya lebih suka bedak two-way cake ketimbang loose powder karena kurang praktis dibawa ke mana-mana (suka tumpah dan ngotorin baju saat diaplikasikan ke muka).  Setelah mencoba berbagai merk, hasilnya adalah: (1) Maybelline bikin kulit saya jerawatan mampus, (2) PAC gak punya staying power dan muka saya kelihatan ‘ngabu’, (3) Revlon Mineral Loose Powder wanginya enggak banget, (4) Za cukup enak, tapi coverage-nya terlalu light, dan segala jenis merk lain yang gak bisa saya sebutkan karena gak inget. Suatu hari saya lagi jalan ke Centro dan mampir di counter Revlon. Saya lihat-lihat dan akhirnya saya jatuh cinta sama Revlon Beyond Natural Two way Foundation in Medium Beige. Pas banget sama kulit saya warnanya.

Jadi, ini list of items saat tangan saya mulai bekerja dan berseni di kanvas muka saya:

Natural look

  1. Very Me Peach Me Skin Glow (Dark)
  2. The Body Shop Pressed Face Powder (#02)
  3. Elizabeth Arden Eye Shadow Quad (Brown Quad)
  4. Maybelline Eye Sudio Liquid Liner (Black)
  5. Revlon Powder Blush (Toast of New York)
  6. Revlon Colorburst (Icy Nude)

Warm look   

  1. Very Me Peach Me Skin Glow (Dark)
  2. Revlon Beyond Natural Two Way Foundation (Medium Beige)
  3. Revlon Custom Eye Shadow (Rich Temptations)
  4. Revlon Colorstay Liquid Eye Liner (Brown)
  5. Uptown Visions Blusher (Bordeaux) or
  6. Maybelline Clear Smooth Blush (Fresh Apricot)
  7. Anna Sui Lip Rouge V (#460)

Glam Look

  1. L’Oreal Liquid White Perfect Foundation (#N7 Nude Amber)
  2. Revlon Beyon Natural Two Way Foundation (Medium Beige)
  3. Maybelline EyeStudio Quad (Winter Iris)
  4. Revlon Colorstay Liquid Eye Liner (Black)
  5. Maybelline Clear Smooth Blush (Fresh Berry)
  6. Sariayu Etnika Nusa Tenggara Shimmering Powder
  7. Elizabeth Arden Ceramide Plump Perfect (#20 Perfect Fig)
  8. Christian Dior Serum de Rouge Tinted Lipstick (Soft Pink) as top coat

Dari ketiganya, favorit saya adalah Glam Look, karena saya suka berdandan smokey eyes dengan nuansa biru-silver, sementara pipi saya diwarnai pink tua/fuschia, dan untuk lipstick pilihan saya jatuh ke warna mauve (pink keunguan).

Kalau di-review lagi, jelas saya bukan beauty junkie sama sekali, mengingat merk make up tools yang saya pakai adalah merk-merk medium to low-end. I am objected to buy pricey things just for make up. Merk seperti Elizabeth Arden saya beli karena memang kualitasnya bagus sekali and I really love the shades. Jangan salah, belinya bareng-bareng sama nyokap jadi pasti dapet diskon minimal 20% dari SPG karena nyokap gak pikir dua kali kalau beli skin treatment series😀 Kalau merk lain seperti Anna Sui, itu pasti hasil jarahan kalau lagi traveling ke luar dan nemu barang bagus di duty free shop dengan harga jauh di bawah harga pasar. Well, I am not going to spend more than 300k just for one lipstick, as this amount of money is better worth to spend for dinner @ Marche with hubby and Dhara ^.~

One thought on “NOT A Beauty Junkie

  1. Heya just wanted to give you a brief heads up and let you know a few of the images aren’t loading properly. I’m not sure why but I think its a linking issue.
    I’ve tried it in two different browsers and both show the same results.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s