A Letter for Her

Halo sayang,

Bulan lalu kamu berumur dua tahun. Tidak terasa secepat itu waktu berlalu. Bahkan kamu pun sudah bisa menjawab dengan fasih jika seseorang bertanya: “Dhara umurnya berapa?”, dan kamu jawab “Dua tahun!” sembari jarimu membentuk salam perdamaian untuk menunjukkan angka ‘dua’.

Setahun ini banyak sekali perkembanganmu secara fisikal dan intelektual. Bahkan Ibu gak pernah menyangka sebelumnya bahwa di usia kurang lebih 20 bulan, kamu sudah bisa diajak mengobrol tentang keseharianmu di rumah. Makan apa hari ini, banyak atau tidak, menonton video apa kamu hari itu, dan banyak hal lain yang sekejap membuat Ibu lupa kepenatan yang Ibu rasakan selama perjalanan pulang dari kantor ke rumah. Kamu mulai berjalan dengan percaya diri di usia 14 bulan, walaupun keseimbanganmu yang masih belum cukup membuatmu sering terjatuh, tapi kamu hanya tertawa setelahnya dan bangkit berdiri sambil berkata: “eh tatuh..”. Kamu adalah anak yang suka berpetualan dan jalan-jalan. Bahkan ketika kita ke Kuala Lumpur bersama ayah tahun lalu, kamu tidak pernah mau duduk di kereta dorong, padahal kamu belum bisa jalan sendiri. Kamu berusaha pegang sana sini supaya tidak jatuh, dan tidak pernah membiarkan Ibu santai walaupun sesaat karena harus mengawasimu tanpa kedip. Tapi, sayang, that was fun. The time that we spent together has always been fun.

Jiwa petualangmu terlihat lagi ketika anniversary Ayah Ibu ke-3 tahun lalu kita pergi ke Yogyakarta bersama-sama. Kita mengunjungi Tamansari, Candi Prambanan, lalu besoknya dilanjutkan ke Candi Borobudur, di mana kamu berlari sana-sini di antara stupa yang berjejer, tidak kecapaian walaupun matahari bulan Oktober sangat menyengat. Kamu juga suka ketika Ayah dan Ibu mengajak naik Andong keliling yang ditawarkan hotel. Bahkan kamu tertidur di pangkuan Ibu saat kita masih dalam perjalanan kembali ke hotel di atas Andong. Matamu terpejam dan kemu terlelap dengan damai. There’s nothing more beautiful than watching you sleep on my arms.

Ketika usiamu 13 bulan, Ibu dan Ayah mendaftarkanmu sekolah. Iya sekolah. Kami mau kamu mulai mengenal bahwa kamu punya teman-teman sebaya di luar sana. Mau kamu mulai mandiri berinteraksi dengan guru dan orang lain. Ternyata kamu senang sekali bersekolah, walaupun kalau pagi dibangunkannya susah akibat kamu tidur terlalu larut di malam harinya. Kamu paling suka ketika saatnya bernyanyi, baik lagu klasik nursery dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Setiap lagu-lagu itu diputar, kamu bergoyang-goyang sambil mulutmu mencoba mengikuti lirik.

Aku tahu, lagu pertama yang kamu hapal adalah Topi Saya Bundar. Dan kemudian semua lagu dalam DVD DVD musik yang kami belikan untukmu kamu lahap semua. Kamu hapal hampir seluruh lagu di DVD favoritmu. Kalau kita pergi naik mobil, kamu pasti minta diputarkan video musik dan tidak berhenti bernyayi sampai kamu benar-benar lelah dan minta menyusu untuk tidur. Sampai kini, kereta dorong merah yang dibelikan Nema dan Kepa lebih sering parkir di bawah tangga, karena kalau berjalan di mall kamu tidak pernah mau naik kereta. Hanya mau jalan atau kalau manjanya sedang luar biasa, selalu minta Ibu menggendongmu. Kamu begitu manja kepada Ibu, sampai sekarang Ibu tidak pernah menyentuh sepatu atau sandal higheels kalau pergi bersama dirimu. Melupakan jumpsuit karena sangat sulit menyusuimu dengan baju model seperti itu. Tapi Ibu masih bisa berdandan sesuka Ibu karena kamu tidak akan protes dan bahkan dengan senang hati ikut memakai lipstik Ibu di seluruh pipimu.

Sayangku, usiamu sudah dua tahun. Itu berarti kamu sudah bisa lebih mandiri dan mulai memasuki tahap baru dalam kehidupanmu. Kamu senang sekali menulis, menggambar sesuatu, dan Ibu tidak marah sekalipun kamu menggambar di atas seprai tempat tidur. Apapun itu asal membuatmu menjadi anak yang kreatif. Ibu juga bangga karena kamu pandai bernyanyi dengan nada yang benar. Suatu saat kalau kamu sudah siap, kamu boleh belajar bernyanyi dengan serius. Atau boleh Ibu daftarkan kelas melukis kalau memang kamu suka. Atau kelas ballet kalau kamu lebih pilih menari. Ibu hanya ingin kamu menjadi anak yang bisa mengikuti cita-citamu kelak dan bersyukur dengan bakat apapun yang diberikan Allah kepadamu.

Jadilah anak yang berbakti dan santun, yang berakhlak baik, yang punya empati terhadap sesama. Sebuah perayaan kecil sudah kami berikan sebagai hadiah. Tapi hadiah terpenting kami yang harus kamu tahu adalah cinta kami kepadamu, sekarang dan selamanya.

Ibu

Image,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s